8/27/2017

Pengawetan Makanan dalam jangka pendek

        Pengawetan makanan pada dasarnya membuat makanan lebih tahan lama dengan menahan laju pertumbuhan mikroorganisme pada makanan tersebut. cara pengawetan bahan makanan dapat disesuaikan dengan keadaan bahan, komposisi, dan tujuan dari pengawetan makanan tersebut.

Berikut adalah cara atau teknik pengawetan makanan jangka pendek sebagai berikut :

1. Pengasinan

         Cara ini menggunakan bahan utama yaitu garam dapur, karena garam dapur memiliki sifat dapat menyerap air dari sel tumbuhan dan daging sehingga renik dan bakteri tidak mempunyai kesempatan hidup. teknik ini disebut juga penggaraman. 
Contoh = ikan asin dan telur asin.

2. Pemanisan

     Pemanisan yaitu dengan memasukkan makanan kedalam medium yang mengandung gula berkadar konsentrat minimal sebesar 40 %, namun kadar 70 % adalah konsentrasi terbaik untuk mengawetkan makanan dengan cara pemanisan karena dapat mencegah kerusakan makanan secara maksimal.
Contoh = Susu, agar - agar, sirop, jeli, dan manisan buah.

3. Pengeringan

        Teknik ini dapat dilakukan dengan cara dijemur, dioven, atau dipanaskan. prinsip pengeringan yaitu bahwa mikroorganisme menyukai tempat lembab dan memiliki kadar air yang tinggi. jadi, semakin sedikit kadar airnya makan kesempatan mikroorganisme berkurang akan semakin tinggi. pengawetan termasuk cara pengawetan paling tua.
Contoh = gaplek, kerupuk, dan rengginang.

4. Pengawetan dengan cuka

          Bakteri akan mati jika terendam dalam larutan asam cuka 4 - 8 %. untuk memperbaiki rasa dari pengawetan yang satu ini biasanya ditambahkan garam, gula, dan bumbu lainnya.
Jenis cuka yang baik untuk pengawetan sebagai berikut :
  • Cuka beras ( rice vinegar )
cuka beras adalah hasil fermentasi dari beras. cuka yang satu ini biasa digunakan pada masakan timur (seperti sushi), dan penghilang bau amis.
Contoh = acar, sayur dan daging. 
  • Cuka apel ( cider vinegar )
cuka yang sering digunakan di rumah tangga untuk penyedap masakan, dan pengawetan 
( daging, sayur, dan acar ).
  • Cuka anggur merah ( red wine vinegar )
kualitas dari anggur ini tergantung dari buah anggur dan lama pembuatannya. keasaman cenderung lebih rendah daripada cuka apel.
Contoh = bumbu penyedap daging dan salad dressing.
  • Cuka balsam ( balsamic vinegar)
bahan yang digunakan sama dengan cuka anggur yaitu buah anggur, namun perbedaannya terletak dari buah yang digunakan yaitu buah anggur coklat atau biasa. cuka jenis ini lebih berfungsi sebagai bumbu dapur daripada cuka aslinya. 
Contoh = bumbu penyedap yang dari cuka.

5. Pengasapan

       Pengasapan yaitu menaruh bahan kedalam sebuah wadah kotak yang kemudian diasapi dari bawah. cara ini membutuhkan waktu lama karena cara ini sama dengan campuran pengasinan dan pengeringan.
Contoh = ikan dan daging asap. 
pengasapan dibagi dua yaitu :
  • Pengasapan panas ( hot smoking ).
Suhu 65*C - 100*C dengan waktu berjam - jam dengan hasil yang bisa langsung dikonsumsi.
  • Pengasapan dingin ( cold smoking ).
Suhu 50*C dengan waktu berminggu - minggu dengan hasil yang harus diolah kembali jika ingin mengkonsumsi-nya.

6. Pendinginan

        Pendinginan adalah memasukkan makanan di sebuah tempat yang bersuhu rendah, seperti lemari es dan kotak es dengan suhu yang digunakan -4*C sampai 0*C. hasil dari pendinginan bisa bertahan sesuai dengan makanan yang di gunakan.
Contoh = es krim dan ayam beku.


CATATAN = contoh maksudnya contoh makanan yang dibuat dari masing - masing jenis cuka.




NAH, itu dia pembahasan mengenai topik pengawetan makanan jangka pendek yang berhasil hal2makanan rangkum secara jelas.
Jika kalian suka dengan blog blog ini mohon share dan kalau kalian punya pertanyaan seputar topik yang sudah dibahas tersebut silahkan comment di bawah ya...???!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar